Minggu, 02 September 2012

Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)


PERLUNYA ADKL DIJADIKAN PROGRAM KESEHATAN
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperlukan tingkat kesehatan manusia yang optimal. Oleh sebab itu untuk menjamin kualitas sumber daya manusia dalam segi kesehatan agar mampu berkompetisi diperlukan suatu perencanaan programkesehatan dan perlindungan hukum yang memadai.
Perlindungan terhadap lingkungan hidup dari rencana usaha kegiatan ditetapkan melalui UU 23 tahun 1997 tentang pengelolahan lingkungan hidup. Hal ini tercermin bahwa setiap rencana usaha/ kegiatan yang mempunyai dampak besar dan penting wajib dilengkapi dengan suatu AMDAL. Di dalam undang-undang lingkungan hidup dan pedoman pelaksanaannya secara jelas belum nampak ketentuan perundangan terhadap analisis dampak pada kesehatan masyarakat/ kesehatan lingkungan.
Telah diketahui bahwa derajat kesehatan individu/ masyarakat tergantung pada kondisi “host “ (individu), “agent” (penyebab  penyakit), dan “environment” (lingkungan). Faktor lingkungan merupakan unsur penentu terjadinya sakit/sehat pada masyarakat. Denga demikian apabila terjadi perubahan lingkungan menjadi jelas di sekitar manusia, maka akan terjadi pula perubahan pada kondisi kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkunganmasyarakat tersebut. Dengan demikian maka studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang idealnya melindungi masyarakat, memasukan pula metode analisis dampak kesehatan lingkungan (ADKL).
Pada tahun 1986, kelompok kerja WHO menentukan empat prinsip dasar yang berhubungan dengan analisis dampak lingkungan, yaitu :
     1.      Kesehatan masyarakat yang terkena dampak pembangunan merupakan salah satu pertimbangan penting dan mendasar dalam menyusun perencanaan kebijakan dan pelaksanaan proyek pembangunan.
  2.    Dampak kesehatan masyarakat yang mungkin timbul sebagai akibat dari pelaksanaan program pembangunan harus lebih mendapat perhatian.
    3.      Analisis dampak lingkungan (AMDAL) harus dapat memberikan informasi yang tepat tentang dampak kesehatan dari pembangunan sebuah proyek kegiatan.
     4.      Informasi lengkap perihal dampak kesehatan tersebut harus disampaikan kepada masyarakat luas.
KONSEP KETERPADUAN ANALISIS DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN
Untuk menelaah kedua konsep yaitu analisis dampak lingkungan dean analisis dampak kesehatan lingkungan diperlukanrincian kerangka dasar model dari kedua konsep tersebut.
Bagan Kerangka Dasar Analisis Dampak Lingkungan
Data Dasar
rincian tentang kondisi lingkungan pada saat ini dan masa mendatang untuk bahan perencanaan pembangunan
Identifikasi Dampak
identifikasi dampak yang mungkin timbul dan pemilihan prioritas dampak untuk analisis yang lebih rinci, dengan cara "check list"
Prediksi Dampak
melakukan prakiraan besarnya perubahan yang akan terjadi
Evaluasi Dampak
pentingnya perubahan yang terjadi untuk tingkat nasional khususnya beberapa hal yang berhubungan dengan tujuan nasional di bidang sosial ekonomi
Mitigasi
meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif
Komunikasi
menyebarluaskan macam, kualitas dan kuantitas dampak yang mungkin terjadi kepada masyarakat dan lembaga terkait
Pemantauan
melakukan pengukuran dan memberikan umpan balik tentang dampak pembangunan

Model Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)
Rincian Analisis Dampak Keshatan Lingkungan adalah analisis:
a. Dampak secara langsung terhadap parameter lingkungan
b. Dampak tidak langsung terhadap parameter lingkungan
c. Parameter lingkungan yang berhubungan dengan kesehatan
d. Adanya peningkatan pemaparan
e. Adanya peningkatanpopulasi beresiko tinggi
f. Dampak kesehatan (angka kesakitan dan kematian)

Pada kedua bagan di atas nampak kedua model tersebut baik dianalisis dampak lingkungan dan dampak kesehatan lingkungan penekanannya masih terbatas pada “environmental illness” (sakit karena faktor lingkungan) dan belum banyak menjamah permasalahan  “quality of life” (kualitas hidup). Dengan demikian maka proses analisis yang baik harus melibatkan analisis dampak kesehatan lingkungan secara menyeluruh termasuk komponen sosial-ekonomi-kesehatan.
Komponen yang berhubungan dengan faktor fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi-kesehatan adalah sebagai berikut:
      a.       Kualitas lingkungan fisik, kimia, dan biologi termasuk kualitas udara, air, kebisingan, dan sebagainya.
      b.      Kualitas diet, sebagai sumber informasi adalah ilmu gizi dan kedokteran.
    c.       Kualitas penyakit dan kesehatan jiwa, harus bersumber dari ilmu kedokteran, biologi, psikiatri dan psikologi.
      d.      Kualitas pekerjaan dan jaringan masyarakat bermuara pada disiplin ekonomi, sosiologi, dan antropologi.
      e.       Kualitas pemukiman dan aksebilitas bersumber pada ilmu geografi, perencanaan dan arsitektur.

METODE ANALISIS DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN
      A.    Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data rona lingkungan awal dari aspek potensi kesehatan harus mengikuti paradigma kesehatan lingkungan.
Rona lingkungan awal dapat berfungsi sebagai dasar prakiraan dampak (basic prediction of impact) yang mencakup informasi sebagai berikut :
a.       Potensi daya dukung (Carrying Capacity) lingkungan
b.      Potensi kerawanan/kesehatan masyarakat
c.       Informasi kelentingan
Ketentuan Pengumpulan Data
Faktor yang diperhatikan dalam pengumpulan data adalah :
1)      Penetapan parameter kunci dan batas wilayah studi.
Parameter kunci (parameter utama) merupakan faktor penting dalam menetapkan batas wilayah studi, yaitu seberapa luas dampak akan menyebar. Batas wilayah studi dari suatu rencana kegiatan akan memudahkan dalam menetapkan parameter penunjang.
2)      Penentuan letak dan jumlah sampel.
Penentuan letak sampel harus memperhatikan aspek keseluruhan sistem yang dikaitkan dengan sumber dampak. Sedangkan penentuan jumlah sampel harus berpedoman pada azas keterwakilan dari unit sistem yang tercakup dalam ruang batas studi.
3)      Intensitas pengambilan sampel.
Harus memperhatikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku parameter kunci maupun penunjang. Faktor lingkungan tersebut adalah perubahan musim dan penyinaran, perubahan suhu dan kelembapan, topografi, geografi serta sistem pembuangan limbah.
4)      Jangka waktu pemeriksaan sampel.
Dengan memperhatikan ciri parameter, perlu ditentukan kapan dan berapalama batas waktu bagi parameter kimia/biologis/kesehatan harus cepat diperiksa/dianalisis agar supaya tidak kadaluarsa.
5)      Sistem pengawetan dan fiksasi sampel.
Bagi parameter yang tidak memungkinkan untuk secepatnya dianalisis dalam laboratorium, perlu perlindungan sampel yaitu pengawetan/fiksasi atau menjaga pada suhu tertentu agar sampel tidak rusak.
6)      Kalibrasi instrumen.
Kalibrasi instrumen dilakukan agar kepekaan instrumen dipertahankan sehingga validasi hasil analisis dapat optimal.
        B.     Metode dan Teknik Analisis
I.         Kualitas Ambien
Dalam ADKL metode untuk kualitas ambien mencakup beberapa macam, yaitu:
1)      Kualitas air                               
2)      Kualitas udara                          
3)      Kualitas tanah           
(Ketiganya dianalisis parameter fisik dan kimia dengan metode analisis spesifik sesuai dengan macam parameternya)
4)      Vektor dan parasit
Dianalisis sesuai dengan parameter vektor/parasit/mikroba/bakteri dengan metode analisis dan alat sesuai dengan macam parameter vektor/parasit/mikroba/bakteri.
5)      Makanan dan gizi
Dianalisis sesuai dengan parameter makanan/gizi dengan analisis metode pengamatan yang disesuaikan dengan parameternya.
II.      Kualitas Kesehatan Manusia
Untuk mendeteksi kualitas kesehatan manusia/masyarakat, dipakai metode yang tidak invasif (tidak menyakiti). Macam metode tersebut adalah:
1)      Metode pemantauan perilaku paparan.
2)      Metode pengukuran bio-indikator/pertanda biologis.
3)      Metode pengukuran/identifikasi kasus.
III.   Metode Analisis
Dilakukan untuk menganalisis data yang mengkaitkan hubungan variabel dengan menggunakan pendekatan epidemiologi. Beberapa metode analisis epidemiologi yang sering dipakai adalah:
1)      Proporsi atau “Rate”.
Ditunjukkan oleh perbandingan antara jumlah kasus dengan jumlah orang yang beresiko dalam populasi.
2)      Angka prevalensi.
Perbandingan antara jumlah kasus penyakit dengan jumlah populasi pada waktu tertentu.
3)      Angka insidensi.
Perbandingan antara jumlah kasus baru dari penyakit dengan jumlah manusia yang mempunyai risiko dalam populasi pada periode waktu.
INTERPRETASI HASIL ANALISIS
Untuk melakukan interpretasi suatu hasil analisis laboratorium, diperlukan syarat sebagai berikut:
      1.      Sistem pengambilan sampel yang benar.
      2.      Cara pewadahan dan pengawetan yang memenuhi syarat.
      3.      Waktu pengiriman sampel ke laboratorium yang optimal.
      4.      Kaitan hasil analisis dan kondisi lingkungan tempat pengambilan sampel harus proporsional.
    5.       Pengumpulan secara akurat informasi lingkungan yang berhubungan dengan geologi, vegetasi, dan aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi parameter kualitas kesehatan lingkungan.
PRAKIRAAN DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN
Sistem yang dipakai untuk menentukan prakiraan dampak dari parameter lingkungan terhadap kesehatan masyarakat/kesehatan lingkungan adalah pendekatan model dan menggunakan “profesional judgement”. Pada ADKL dikenal dua jenis prakiraan dampak, yaitu:
      1.      Prakiraan dampak pada parameter ambien.
a.       Kualitas udara.
i.        Sumber tidak bergerak.
Untuk menentukan prakiraan besarnya risiko terhadap masyarakat “population at risk” dari sebaran emisi gas atau partikel yang keluar dari cerobong pabrik, dipakai model Gauss. Dengan model Gauss, dapat diketahui prakiraan kadar gas atau partikel di udara ambien dengan jarak tertentu dari cerobong pabrik.
ii.      Sumber bergerak.
Untuk menentukan prakiraan besarnya risiko terhadap masyarakat “population at risk” dari sebaran pencemaran emisi yang berasal dari kegiatan transportasi dipakai dengan model Sutton. Dengan model Sutton, dapat diketahui prakiraan kadar gas atau prakiraan kadar gas atau partikel di udara ambien dengan jarak tertentu dari knalpot atau pusat transportasi.
b.      Kebisingan.
Prakiraan untuk kebisingan dapat diukur memakai model tertentu dengan menggunakan data yang berasal dari sumber bergerak dan sumber tidak bergerak.
c.       Kualitas air.
Pencemaran badan air dan prakiraan pengaruhnya bagi kesehatan manusia dibedakan atas sumber pencemaran yang merusak (degradable)dan yang kurang merusak(non degradable)
i.        Sumber pencemar yang merusak (degradable)
Sifat racunnya mengganggu secara langsung.
ii.      Sumber pencemar yang kurang merusak (non degradable)
Mempunyai sifat organik dan anorganik. Prakiraan persebaran dampak dalam badan air, ditentukan oleh faktor sifat dan lama waktu akumulatif, sifat non-degradatif serta hidrodinamika badan air.
d.      Perubahan habitat, vektor, dan agen.
Prakiraan dampak yang disebabkan oleh perubahan habitat, perkembangan vektor, dan macam parasit atau mikroba(sebagai agen penyakit) sulit ditunjukkan dengan model. Dengan demikian prakiraan dapat didasarkan pada fenomena perubahan sebagai berikut:
i.        Terjadinya perubahan habitat
ii.      Memungkinkan timbulnya vektor
iii.    Memungkinkan interaksi agen penyakit
iv.    Adanya sumber penyakit menular.
      2.      Prakiraan dampak pada kesehatan manusia.
Prakiraan dampak zat toksik yang masuk ke dalam tubuh manusia akan memberikan efek akut atau kronis dan dipengaruhi oleh:
a.       Jenis zat kimia
b.      Jalur pemasukan (route of exposure)
c.       Dosis
d.      Rata-rata dosis yang masuk (dose rate)
e.       Waktu pemaparan (fraction of lifetime)
f.       Jenis kelamin
g. Proses biokinetik di dalam tubuh, yang terdiri dari absorbsi, distribusi, penimbunan, biotransformasi dan waktu eliminasi organ
h.      Mekanisme keracunan.

0 komentar:

Poskan Komentar