Tampilkan postingan dengan label catatan kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

MACAM-MACAM PENELITIAN



PENELITIAN SURVEI
      ·         Dalam survey terdapat dua pihak       :
1.      Surveyor/Enumerator/Pewawancara/Interviewer
2.      Responden/Masyarakat
      ·         Diantara kedua pihak ada media        :
-          Kuisioner
-          Daftar Pertanyaan (Umur, Jenis, Kelamin, dll)
      ·         Responden dengan skala kecil(sampel) dilakukan survey menghasilkan data statistic
      Ex        :           penelitian jenis kelamin dengan hasil laki-laki 0,3
      ·         Data proporsi  :           data yang diambil dari sampel kemudian dibuat dalam bentuk prosentase
       Ex        :           penelitian jenis kelamin dengan hasil laki-laki 30%
      ·         Parameter        :           data diambil dari populasi
       Survei              :           data  diambil dari sampel
      ·         Metode Penelitian Survei        :
1.      Kuisioner per pos
Merupakan metode yang impersonal (obyektif) karena responden tidak berhubungan langsung dengan pewawancara.
Interviewer bias àdata tidak akurat à tidak informative         

Manfaat anonym yaitu cocok untuk penelitian yang membutuhkan kerahasiaan
Contoh      :           penelitian tentang penggunaan obat terlarang

Jawaban dari responden bias didukung dengan media lain (ex: gambar atau foto)
Jangkauan tergantung ada/tidaknya pos

Probing      :           menggali informasi yang lebih dalam
Survei membutuhkan sponsor, contoh      :           didanai oleh Depkes

Perlu kata pengantar sehingga bias memotivasi atau menarik perhatian responden
Untuk menentukan sampel lebih baik pilih kelompok yang homogeny
Ex  :           sampel dengan tingkat pendidikan minimal SMA

      Peneliti perlu mengirim 3x selang seminggu kepada responden yang tidak menjawab kuisioner.
      Agar tidak merepotkan responden, peneliti wajib menyertakan amplop jawaban untuk  responden.
     
2.      Wawancara pribadi
Bersifat personal
Macam-macam wawancara pribadi           :
a.       Wawancara Terstruktur/ Terjadwal
Sangat ketat
Bias menggunakan surveyor tetapi juga membutuhkan pelatihan
Pakai daftar pertanyaan agar jawaban dari responden seragam
Ex        :           umur dalam tahun

b.      Wawancara Terstruktur Tidak Terjadwal
Open minded
Medium           :           pertanyaan hanya ditulis poin-poinnya saja

c.       Wawancara Tak Terstruktur/ Tak Terjadwal
Sangat longgar  dan bias open minded
Sangat cocok untuk Penelitian Kualitatif
Harus dilakukan oleh peneliti sendiri
            Prinsip :
-          Pewawancara harus sadar jika responden membutuhkan suasana yang kondusif
-          Peneliti menyampaikantujuan dan manfaat sebelum melakukan wawancara, terutama manfaat bagi orang banyak
-          Peneliti harus mampu mengatasi hambatan (ex: pada responden yang kurang bersahabat)

            Samplin Probabilitas   :           sudah ditentukan sampel dari awal jika ditambah sampel lagi menjadi 
            sampling non probabilitas, karena          :
-          Kemungkinan terjadi bias
-          Peluang menjadi kecil

3.      Wawancara per Tilpon
                   Bersifat semi personal (semi obyektif-subyektif)
                   Memakai telpon rumah
                   3 digit pertama, berbasis populasi (meliputi area)
                   4 digit terakhir, sebagai kerangka sampling (frame) 0000-9999


      ·         Paling mahal biayanya untuk Wawancara pribadi karena       :
-          Membutuhkan biaya pelatihan surveyor
-          Membutuhkan biaya untuk buku panduan wawancara


PENELITIAN KUALITATIF
      ·         Teori Verstlen
       Peneliti merasakan apa yang dirasakan responden
      ·         Interaksionis Simbolik
      Menjelaskan makna dari kata, tindakan atau tanda
      ·         Penelitian Kesehatan
       Terdapat istilah “tabu” yang berkaitan dengan aspek budaya
      ·         Makna Sosial à Penelitian Kualitatif
       Fenomena Sosial à Penelitian Kuantitatif

MTODOLOGI PENELITIAN



      ·         Dimensi Waktu
Fokus pada waktu
a.       Penelitian Kuantitatif
Satu titik tunggal dalam waktu (cross sectional/ belah lintang/ penempang)
Titik waktu ganda (longitudinal)
1.      Penelitian Eksperimental
Pemberian perlakuan secara terencana
Peneliti memberikan perlakuan terhadap sampel
2.      Penelitian Survei = Survey Research
Tidak sama dengan jajak pendapat, Quick Count, Rapid Survey Poll
Ex        : Adanya perbedaan kunjungan posyandu oleh ibu-ibu antara di desa dan di kota
b.      Penelitian Kualitatif
Fokus pada sejumlah terbatas = satu atau beberapa kasus selama periodebwaktu terbatas

      ·         Penelitian Cross Sectional
Memeriksa informasi pada banyak kasus pada satu titik waktu tertentu
Tujuan :
a.       Deskriptif
Ex  : Pada hari ini diperiksa bayi penderita gizi buruk kemudian dideskripsikan berdasarkan fakta
b.      Eksplanatotik
Ex  : Menghubungkan gizi buruk dengan asupan makanan (protein, karbohidrat, lemak)
Hubungan antara minum pil KB dengan kenker payudara dengan mengambil sampel WUS
c.       Eksploratorik
Berupa studi korelasional
Ex : Sampel balita gizi buruk dieksplorasi kondisi fisiknya (BB, TB) saat itu juga.

       ·         Insidens Rate hanya bisa dihitung pada Penelitian Kohort
Prevalens hanya bisa dihitung pada Penelitian Cross Sectional

       ·         Snap-Shot       :           pemeriksaan secara bersamaan (tetapi tidak persis detiknya sama)

       ·         Penelitian Longitudinal
Memeriksa orang atau unit tertentu pada lebih dari satu titik waktu
Sampel bisa beda-beda
a.       Time Series Study
Ex:
Angka Kelahiran Bayi      =          jml. Lahir hidup          x 1000
                                                      Jml.kelahiran bayi
Angka kelahiran bisa beda tiap tahun
Terjadi perubahan agregat antar waktu
Baby Boom disebabkan oleh krisis ekonomi, Mengapa?
Krisis ekonomi à tidak mampu membeli pil KB à Baby Boom

b.      Skema Panel Study
Dengan sampel yang sama pada lintas periode waktu
Ex  : Satu orang diikuti perkembangan pendapatan tiap bulan selama satu tahun

c.       Cohort Study = Studi Insiden
Bisa digunakan untuk menentukan suatu insiden penyakit
Ex  : Reaktor nuklir Fukushima meledak

Kelompok Terpapar dan 
Kelompok Tidak Terpapar à apakah ada mutasi genetik pada thn.2015?
                        
Pada tahun 2015 dilakukan penelitian terhadap orang yang terpapar dan tidak terpapar ledakan nuklir

Kelompok Terpapar dan 
Kelompok Tidak Terpapar à berapa orang yang terjadi mutasi genetik pada
            masing-masing kelompok ?
Kemudian bisa dicari Resiko Relatif, karena awalnya diketahui Insiden Rate

      ·         Logika Induksi Numerik
Ada hipotesis (statistika)

      ·         Logika Induksi Analitik
Tidak ada hipotesi
Ex        : Ada satu orang kunci gizi buruk kemudian ditelusuri penyebabnya

METODOLOGI PENELITIAN DIMENSI



4 Dimensi Penelitian ditinjau dari       :
1.      Perspektif Pengguna Penelitian
2.      Perspektif tujuan yang ingin dicapai
3.      Perspektif waktu
4.      Perspektif metode mengumpulkan dan analisis
Perspektif Pengguna Penelitian
Penelitian ada dua macam   :
      a.       Penelitian dasar
      b.      Penelitian terapan

Penelitian Dasar
Tujuan : untuk memajukan ilmu pengetahuan dasar tentang “How the Real Life Works” (mekanisme suatu fenomena)
Biasanya dilakukan di laboratorium tetapi ada juga yang di luar laboratorium
Pembuktian yaitu sesuatu yang tidak bisa dikoreksi lagi karena sudah ada bukti nyata.
Menguji Teori  :




Penelitian Terapan
Dirancang untuk menawarkan solusi praktik terhadap suatu masalah atau untuk kebutuhan spesifik dan segera dari  praktisi
Tidak menghasilkan ilmu pengetahuan baru
Prioritas tinggi             :           kebenaran yang terverifikasi sehinggga sesuai dengan program
Macam-macam Penelitian Terapan     :
  1. Penelitian Evaluasi
  2. Penelitian Tindakan
  3. Penelitian untuk Penelaahan Dampak Sosial
Penelitian Evaluasi
Bertujuan untuk menentukan  seberapa baik program atau kebijakan
Pengguna        :           organisasi birokrasi besar
Contoh pertanyaan      :
“Apakah metode diskusi dan refleksi memperbaiki output dari proses pembelajaran dibandingkan dengan perkuliahan klasikall ?”

Penelitian Tindakan
Bertujuan untuk memfasilitasi perubahan social atau menghasilkan tujuan social politik berorientasi nilai sehinnga peneliti harus terus berinteraksi.
Subyek yang diteliti berpartisipasi dalam penelitian
Suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran sehinggga bisa memperbaiki kondisi dan kehidupan dari partisipan penelitian.
Asumsi peneliti           :
  1. Pengetahuan berkembang dari pengalaman khususnya aksi social
  2. Orang biasa bisa sadar kemudian mau melakukan perbaikan-perbaikan dalam  kehidupan

Penelitian untuk Penelaahan Dampak Sosial
Bertujuan untuk mendokumentasikan konsekuensi yang mungkin pada berbagai area kehidupan social jika perubahan dikenalkan dalam suatu komunitas.
Contoh                        :
-          Perlakuan yang berbeda pada mobil plat merah dan plat hitam oleh pekerja SPBU
-          Pemerintah memperkenalkan tenaga nuklir namun di sisi lain nuklir bisa berdampak buruk pada lingkungan dan sosial jika mengalami kebocoran.

  • Tujuan penelitian
1.      Tujuan Eksploratif
2.      Tujuan Deskriptif
3.      Tujuan Eksplanatorik
Tujuan Eksploratif
Bertujuan untuk          :
-          memeriksa suatu issue yang sedikit dipahami
-          mengembangkan ide awal dan berkembang ke depan
-          melaporkan sesuatu yang belum pernah dilaporkan
-          menjawab pertanyaan “Apa, Siapa atau Bagaimana”

Tujuan Deskriptif
Dengan tujuan utama untuk menggambarkan sesuatu dengan menggunakan kata, bilangan, atau lainnya sehingga bisa memperjelas gambar.

Tujuan Eksplanatorik
Bertujuan untuk mengelaborasi atau memperluas teori sehingga memperjelas sutu peristiwa.
Menjawab pertanyaan “Mengapa”


METODOLOGI PENELITIAN - PENGANTAR



·         Penelitian
Tekun dan sistematik suatu penelitian ke subyek dalam rangka untuk mengetahui fakta, teori aplikasi, dan lain-lain

·         Fungsi Metodologi Penelitian
Sebagai arena bagi para ilmuwan untuk meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman intelektual yang tercermin dari cara berpikir dan sikap ilmiah

·         Tujuan Metodologi Penelitian
Menemukan atau memperbaiki fakta, teori  dan terapan (teknologi) sehingga bisa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan

·         Metodologi Penelitian merupakan proses pencarian kebenaran ilmiah
Berpangkal pada hasrat ingin tahu manusia
What               -           menggambarkan fenomena
Why                -           mencari penyebab
How                -           menjelaskan proses

·         Pendekatan
1.      Otoritas
2.      Mistik
3.      Rasionalistik
4.      Ilmiah

OTORITAS
Merujuk pada mereka yang secara social atau politik sebagai produsen yang berkualitas (seorang pakar)
Contoh            :           -     Orang bijak
-          Pakar agama pada masyarakat teokratis
-          Raja pada masyarakat monarki
-          Individu yang berperan ilmuah pada masyarakat tenokratis

MISTIK
Merujuk pada supranatural
Contoh            :           -     Prophet (ramalan)
-          Divines (ketuhanan)
-          Gods (dewa)
-          Medium
Pendekatan mistik hamper sama dengan pendekatan otoritas tetapi perbedaan pada pemakaian tanda mistis (supernatural dan pada status psikofisis dari pengguna pengetahuan)
Tergantung pada pengguna ritualistic dan seremonial
Contoh            :           Gerhana matahari dikaitkan dengan mistik

RASIONALISTIK
Memegang teguh pandangan bahwa totalitas pengetahuan dapat diperoleh dari pengikatan yang ketat ke bentuk dan aturan logika.
Asumsi dasar   :
      1.      Pikiran manusia
      2.      Pengetahuan yang sudah ada sebelum pengalaman
Inti “apa yang harus benar dalam prinsip” dan “apa yang diperkenankan secara logis”

ILMIAH
Berakar pada sekumpulan asumsi dasar yang tidak terbukti dan tidak terbuktikan.
Asumsi tsb. Sebagai prasyarat untuk melakukan wacana ilmiah
Pendekatan ilmiah memadukan pikiran deduktif dan induktif (rasionalisme dan empirisme)



      1.      Konsep
Bersifat abstrak
Merupakan proses berpikir yang melibatkan penggunaan bahasa.
Ilmu pengetahuan dimulai dengan pembentukan konsep untuk mendeskripsikan dunia empiric.
Fungsi konsep             :
a.       Dasar Komunikasi
Konsep disepakati -->  Persamaan persepsi --> Komunikasi lancar
Konsep lebih kea rah symbol fenomena

b.      Mengantar Titik Pandang
Merupakan cara untuk melihat atau menjelaskan fenomena empiric
Konsepsualisasi adalah proses untuk membuat konsep
Contoh      :
Empiris --> penyakit Demam Berdarah
Konsep --> Host – Agent – Environment, akan menjelaskan mengapa bisa terjadi Demam Berdarah 
c.       Sarana untuk klasifikasi dan generalisasi
Contoh      :           Pinus, Oak, Spruce, Pir, Palem, Apel
Dilihat dari konsep buah --> tidak sama
Dilihat dari konsep pohon --> sama 
d.      Sebagai komponen teori
Memberi batasan bentuk dan teori
Proposisi
Konsep yang satu berhubungan dengan konsep yang lain sehingga membentuk proposisi.
Proposisi hampir sama dengan Hipotesis.
Hipotesis --> digunakan untuk penelitian Proposisi

      2.      Definisi
Untuk memperjelas konsep yang berbeda-beda sehingga pengertian sutu konsep bisa diterima oleh masyarakat.
Ada dua macam definisi         :
1.      Conceptual Definition
Bisa didefinisikan dengan menggunakan konsep yang lain (masih bersifat abstrak)
Contoh      :
Rumus berat (W) = m x g
2.      Operational Definition
Harus dilakukan penelitian atau observasi sehingga bisa diketahui “what to do” dan “what to observe”.
Konsep yang bisa didefinisikan secara operasional tidak boleh dimasukkan ke penelitian
Contoh      :
Untuk mengetahui berat seseorang harus dilakukan penimbangan

      3.      Teori
Bersifat abstrak
Untuk menafsirkan fenomena empiris
Logika = Penalaran, ada dua bentuk yaitu :
a.       Logika Deduktif
Berupa teori atau konsep dan tidak diperoleh di lapangan
Teori lingkaran



b.      Logika Induktif
Berupa statistika

      4.      Aksioma
Pernyataan yang tak teruji atau asumsi yang dianggap benar sehingga tidak perlu diuji.
Teorema          :           berupa  turunan dari aksioma dan perlu diorganisir pada masing-masing teorema.

      5.      Model
Masih satu rumpun dengan teori dan bersifat abstrak
Merupakan suatu ide yang dapat digunakan sebagai ganti dunia nyata (miniatur).

      6.      Paradigma
Artinya model atau pola
Model dasar yang mengorganisir pandangan seseorang terhadap sesuatu.
Contoh                        :
Paradigm penyakit --> Host – Agent – Environment